Menggairahkan Pariwisata

Di tengah belum optimalnya pemulihan sektor lain, pariwisata bisa dipilih untuk mendorong perekonomian. Dampak pariwisata ke sektor riil lebih cepat karena langsung bersentuhan dengan berbagai sektor yang digerakkan masyarakat.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik, Selasa (1/8), jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia pada Juni 2017 berjumlah 1,13 juta orang. Kunjungan ini meningkat 31,61 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Sepanjang 2017, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia mencapai 6,48 juta orang, naik 22,42 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun, apabila dibandingkan dengan Mei lalu, jumlahnya turun 1,86 persen.

Tahun lalu, jumlah wisman mencapai 11,52 juta orang, yang bertambah 10,69 persen jika dibandingkan tahun 2015. Namun, jumlah wisman pada 2016 itu belum mengakomodasi data roaming telepon seluler dari Januari-September. Kementerian Pariwisata memasukkan data roaming itu sehingga secara riil jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia pada 2016 mencapai 12,023 juta orang.

Pemerintah menetapkan target kunjungan wisman tahun ini 15 juta orang dan menjadi 20 juta orang pada 2019. Jika mengacu pada realisasi semester I-2017, minimal harus ada kunjungan 8,52 juta wisatawan pada semester II supaya target tercapai.

Semangat pemerintah rupanya sama untuk semua sektor, yakni jangan puas dengan pertumbuhan alami atau pertumbuhan yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya. Jika mengacu pada target itu, pertumbuhan jumlah wisman tahun ini harus mencapai 25 persen. Pertumbuhan jumlah wisman tahun lalu sebetulnya bisa dikatakan tidak kecil, yakni 10,69 persen.

Selain masih ada libur akhir tahun, akses penerbangan langsung dari sejumlah negara juga akan meningkatkan jumlah wisman. Tahun lalu, jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Desember 1,113 juta orang, meningkat 12,85 persen dibandingkan Desember 2015. Dengan berbagai upaya, pada akhir tahun ini pertumbuhan jumlah wisman akan jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan-bulan sebelumnya. Apalagi, di dalam negeri, ada makin banyak rute domestik yang berarti mempermudah dan memberi alternatif baru bagi wisatawan untuk berkunjung ke suatu daerah.

Rute penerbangan komersial yang baru ke sejumlah bandara, seperti Silangit, Sumatera Utara; Banyuwangi, Jawa Timur; Tasikmalaya, Jawa Barat; bisa memberi alternatif pilihan bagi calon wisatawan. Target di sektor pariwisata yang sudah ditetapkan pemerintah itu memang tidak sekadar angka. Dengan makin meningkatnya jumlah wisatawan, termasuk juga wisman, perputaran uang di masyarakat akan makin meningkat. Sektor-sektor yang langsung terkait dengan pariwisata, seperti hotel dan restoran, transportasi, serta kerajinan, juga makin menggeliat.

Pada 2015, sektor pariwisata berkontribusi Rp 461,36 triliun atau sekitar 4,23 persen terhadap produk domestik bruto. Dengan target jumlah wisatawan yang makin meningkat, kontribusi sektor pariwisata diharapkan juga bisa makin signifikan terhadap perekonomian nasional. (A HANDOKO)
————-
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 2 Agustus 2017, di halaman 15 dengan judul “Menggairahkan Pariwisata”.