Mengenal Kebun Teh Kemuning

Perkebunan Teh Kemuning berada di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah atau sekitar 10 kilometer timur laut dari jalur utama Solo-Tawangmangu. Perkebunan teh ini merupakan salah satu tujuan wisata di Jawa Tengah yang berada di kabupaten karanganyar. Pesona alam pegunungannya masih asri, Udara sejuk dengan suhu rata-rata 21,5 derajat celcius. Lokasi tepat perkebunan ini ada di 11,10-11,250 BT dan 7,40-7,60 LS. Ketinggian tempatnya bervariasi antara 800 hingga 1.540 meter di atas permukaan laut dengen kelembaban berkisar 60 – 80 persen dengan penyinaran matahari hanya 40 – 55 persen.

Kawasan Kemuning berada di antara Candi Sukuh dan Candi Cetho. Candi Palanggatan dan Menggung. Untuk menuju tempat tersebut, tidak sulit. Kita bisa memakai angkutan umum dengan rute Karangpandan, Ngargoyoso, dan Jenawi. Hamparan hijau perkebunan teh sangat bagus dilahat. Di Kemuning, kita bisa menikmati pesiar dalam bentuk tea walk alias menjelajahi perkebunan teh. Tak hanya pemandangan hamparan teh. Puluhan perempuan bercaping dengan tenggok di punggung menjadi bumbu lain yang sedap dilihat. Mereka bekerja dengan penuh kesabaran dan ketelitian.
kemuning

teh3Saat matahari baru saja merekah, aktivitas para pemetik daun teh ini sudah dimulai. Eksotis, karena jarang bisa dijumpai di obyek wisata pada umumnya. Rencananya kawasan wisata Kebun Teh Kemuning juga bakal dilengkapi gardu pandang. Dengan begitu, wisatawan lebih mudah melihat hamparan teh. Pemkab Karanganyar juga akan melengkapi Desa Kemuning dengan homestay bagi pengunjung yang ingin menginap. Ini bukti, Kemuning tak semata jadi produsen daun teh. Tetapi juga sebuah lokawisata yang mengasyikkan dan punya fasilitas signifi kan.

Sejarah Perkebunan PT Rumpun Sari Kemuning
Perkebunan PT. Rumpun Sari Kemuning I, pertama kali dimiliki oleh bangsa Belanda dengan nama NV. Cultur Mascave Kemuning dengan pusatnya ada di Nederland. Pada tanggal 11 April 1925 berdasarkan UU Pemerintah Belanda tahun 1854 pasal 62 dan UU Agraria tahun 1870 pasal 62 tentang HGU, Pemerintah Kolonial Belanda memberi Hak Guna Usaha (HGU) kepada kakak beradik warga Belanda yang bernama Johan dan Van Mender Voort dalam jangka waktu 50 tahun.

kemuning2Mereka mulai menanam teh di lereng gunung Lawu, tepatnya di Desa Kemuning Kecamatan Ngargoyoso, dan Kecamatan Jenawi di Kabupaten Karanganyar dengan total area 1.051 Ha, dan berada diketinggian lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut. Johan memberi nama perusahaan tersebut NV. Cultuur Maatschappij Kemuning dan pengelolaannya diserahkan kepada Firma Watering and Labour yang berkedudukan di Bandung.

Pada tahun 1942-1945, perkebunan Kemuning diambil alih pemerintah Jepang, dan tahun 1945-1948 dikelola oleh Mangkunegaran Surakarta dengan pimpinan Ir. Sarsito. Selanjutnya, tahun 1948-1950 dikuasai Pemerintah Militer Republik Indonesia yang hasil produksinya digunakan untuk membiayai perjuangan RI. Pada tanggal 1 Januari 1953 berdasar UU No.03/1952/RI tentang penyerahan HGU pada pihak manapun, pengelolaanya dipegang oleh Koperasi Perusahaan Perkebunan Kemuning (KPPK) yang dibentuk oleh intern karyawan. Pada tahun 1965, KPPK dibubarkan pemerintah karena mayoritas pegawainya terlibat G30S PKI dan untuk sementara diambil alih oleh KODAM Diponegoro. Tanggal 3 Nopember 1971 dengan SK. Mendagri No.17/HGU/DA/71, pengelolaannya diserahkan kepada Yayasan Rumpun Diponegoro dan dibentuk PT. Rumpun. Pada tahun 1980 PT. Rumpun dipecah menjadi 2, yaitu:
1. PT. Rumpun Antan dengan komoditi karet, kopi, kelapa, cengkeh, dan randu yang meliputi perkebunan:
a. Perkebunan Carui/Rejodadi di Cilacap.
b. Perkebunan Samudra di Banyumas.
c. Perkebunan Darmokradenan di Banyumas.
d. Perkebunan Ciuwak di Pati.
e. Perkebunan Jati Ablengan di Semarang.
2. PT. Rumpun Teh dengan komodoti teh yang meliputi:
a. Perkebunan Kemuning di Karanganyar, Surakarta.
b. Perkebunan Medini di Kendal.
c. Perkebunan Kaliginting di Semarang.

Pada tahun 1990 sampai 30 April 2004, PT. Rumpun bekerja sama dengan PT. Astra Agro Lestari di Jakarta Timur, untuk manajemen perusahaannya dikendalikan oleh PT. Astra, sedangkan PT. Rumpun Sari Kemuning mengendalikan bagian produksi. Sebenarnya HGU PT. Astra selama 45 tahun, namun karena mengalami kebangkrutan maka pada 1 Mei 2004 diambil alih oleh PT. Sumber Abadi Tirta Sentosa sampai sekarang.

Lokasi dan Letak Perusahaan
Lokasi perkebunan teh Kemuning I berada dilereng gunung Lawu sebelah barat, sekitar 15 km dari Tawangmangu dan 40 km dari Stasiun Balapan Surakarta. Apabila dilihat dari wilayahnya, perkebunan Rumpun Sari Kemuning I termasuk dalam wilayah:
Kelurahan : Kemuning
Kecamatan : Ngargoyoso
Kawedanan : Karangpandan
Kabupaten : Karanganyar
Karesidenan : Surakarta
Propinsi : Jawa Tengah.
Sedang perkebunan ini dibatasi oleh:
Utara : Kecamatan Jenawi
Selatan : Nggadungan, Kecamatan Ngargoyoso
Timur : Daerah hutan pinus Wonomarto
Barat : Kebun karet PTP. XVIII Kebun Batu Jamus.

1. Letak Geografis
Lokasi perkebunan teh PT. Rumpun Sari Kemuning terletak antara 11,10-11,250 BT dan 7,40-7,60 LS dan terletak pada ketinggian tanah antara 800-1540 m diatas permukaan laut. Perkebunan teh Kemuning memiliki curah hujan sepanjang tahun antara 3000-4000 mm pertahun, tanpa musim kemarau yang panjang. Keadaan angin normal, kelembaban berkisar antara 60-80% dan intensitas penyinaran 40-55% dengan suhu rata-rata 21,5ºC. Jenis tanah diwilayah ini adalah andosol 60% dan latosol 40%.

2. Luas Areal Perkebunan
Luas areal menurut tata guna tanahnya dibagi dalam 5 macam, yaitu:
a. Areal tanaman menghasilkan seluas 391,97 Ha
b. Areal tanah cadangan seluas 12,26 Ha
c. Emplasement seluas 4,33 Ha
d. Jalan, jurang, makam, parit/sungai seluas 14,97 Ha
e. Areal tanaman Albasiah dan tanah yang tidak bisa ditanami seluas 14,29 Ha
Luas areal perkebunan teh Kemuning adalah 437,82 Ha yang terbagi dalam dua afdeling (wilayah), yaitu:
a. Afdeling A dengan luas areal 222,26 Ha
b. Afdeling B dengan luas areal 215,56 Ha