Indonesia Juara Tingkat Asia-Australia-Oseania

Indonesia meraih juara I Best Exhibitor Award wilayah Asia-Australia-Oseania dalam Internationale Tourismus Borse 2017 di Messe, Berlin, Jerman. Melalui penghargaan ajang pameran pariwisata dan bisnis terbesar di dunia itu, Indonesia semakin memperkuat branding wisata Wonderful Indonesia.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Kementerian Pariwisata Nia Niscaya menerima penghargaan itu di Messe, Berlin, Sabtu (11/3) malam. Dalam Internationale Tourismus Borse (ITB) Berlin 2017 itu paviliun Indonesia mengusung tema “Maritime and Cultural Diversivity”.

Wartawan Kompas, Albertus Hendriyo Widi, dari Berlin melaporkan, paviliun Indonesia yang menampilkan ikon kapal pinisi, rumah adat Waerebo, dan alam pariwisata Raja Ampat, mampu mengalahkan Korea Selatan dan Thailand yang menjadi juara kedua dan ketiga. Performa seni budaya, kuliner, dan kerajinan Nusantara juga menjadi daya tarik yang memberikan para peserta dan pengunjung untuk mencicipi Indonesia dalam ajang yang diikuti 10.000 peserta dari 187 negara tersebut.

ITB Berlin 2015 – Eingang Nord – ITB Berlin 2015
– North Entrance –

Best of the Best Exhibitor Award ITB Berlin 2017 diraih Deutche Lufthansa, maskapai penerbangan Jerman. Salah satu keunggulan Lufthansa adalah penerapan teknologi digital dalam promosi dan pengembangan pariwisata.

Pada ITB Berlin 2016, Indonesia mendapat penghargaan serupa. Waktu itu, Indonesia mengalahkan Korea Selatan dan India. Pada 2014 dan 2015, Korea Selatan meraih penghargaan serupa.

Nia Niscaya mengatakan, tidak mudah meraih juara I secara berturut-turut itu di tengah persaingan ketat promosi wisata setiap negara. Apalagi di tengah pelemahan ekonomi global, banyak negara berupaya meningkatkan branding pariwisata untuk menopang pertumbuhan ekonomi domestik.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengemukakan, kemenangan dua kali berturut-turut itu membuat kepercayaan diri dan kredibilitas Indonesia semakin meningkat. Dengan kemenangan itu, Indonesia sudah mampu mengikuti standar dunia.

Sementara itu, dari Kuala Lumpur dilaporkan, Vietnam menjadi negara pesaing bagi Indonesia di bidang pariwisata. Daya tarik Vietnam menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kunjungan wisatawan Malaysia ke Indonesia tidak memenuhi target. Kementerian Pariwisata kini terus berupaya agar wisatawan Malaysia lebih tertarik berkunjung ke Indonesia.

Visit Indonesia Tourism Officer Country Manager (Perwakilan Petugas Promosi Pariwisata Indonesia) Malaysia Mohammad Syafie Obet ketika ditemui wartawan Kompas,Angger Putranto, mengatakan, karakteristik wisatawan malaysia yang berkunjung ke Indonesia, Vietnam, dan Thailand hampir sama. Namun, saat ini mulai banyak wisatawan Malaysia yang lebih tertarik berkunjung ke Vietnam daripada ke Indonesia.
———————
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 13 Maret 2017, di halaman 19 dengan judul “Indonesia Juara Tingkat Asia-Australia-Oseania”.