KA Prioritas untuk Pariwisata

Kereta Wisata - Lokomotof diesel menarik gerbong kereta api wisata saat melintasi kawasan persawahan di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (9/6/2018). Selasa musim liburan ini sejumlah obyek wisata di Jawa Tengah akan banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA (WEN) 09-06-2018

PT Kereta Api Wisata, anak perusahaan PT Kereta Api Indonesia, segera meluncurkan kereta kelas priority (prioritas) pada KA Argo Muria, jurusan Semarang Tawang-Jakarta pergi-pulang. Diharapkan tingkat kunjungan wisata ke Jawa Tengah bagian utara meningkat.

General Manager Marketing PT Kereta Api Wisata Parevin Marhaenianto, di sela-sela jumpa pers di Stasiun Semarang Tawang, Sabtu (25/8/2018), mengatakan, KA prioritas sebenarnya sudah diterapkan pada relasi Semarang Tawang-Jakarta sejak 2,5 bulan lalu. Namun, kereta itu hanya tersedia di akhir pekan.

Kereta Wisata – Lokomotof diesel menarik gerbong kereta api wisata saat melintasi kawasan persawahan di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (9/6/2018). Selasa musim liburan ini sejumlah obyek wisata di Jawa Tengah akan banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.
KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA (WEN)
09-06-2018

KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASA–Lokomotof diesel menarik gerbong kereta api wisata saat melintasi kawasan persawahan di Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (9/6/2018).

Respons pasar bagus, tingkat okupansi 100 persen. ”Mulai 27 Agustus, kami meluncurkan KA prioritas pada Argo Muria dengan keberangkatan setiap hari,” kata Parevin.

Kereta prioritas berkapasitas 28 kursi dilengkapi fasilitas, antara lain LCD layar sentuh di setiap kursi, karaoke, bar mini, ruang bagasi, dan restorasi.

Jadwal keberangkatan menyesuaikan rangkaian KA Argo Muria. Berangkat dari Stasiun Semarang Tawang pukul 16.00 dan tiba di Stasiun Gambir pukul 22.08. Sebaliknya, berangkat dari Gambir pukul 07.00 dan tiba di Semarang pukul 13.00. Kereta berhenti di Cirebon, Tegal, dan Pekalongan.

Dalam rangka promosi, kata Parevin, diberlakukan tarif Rp 480.000 per orang. Pada akhir pekan Rp 700.000. ”Ini semacam tes pasar. Bukan mengambil pasar dari kelas lain, tetapi memberikan alternatif bagi penumpang yang ingin merasakan fasilitas lebih,” ujarnya.

Manajer Humas PT KAI Daop IV Semarang Suprapto menambahkan, jumlah penumpang relasi Semarang-Jakarta PP menunjukkan tren bagus dan diharapkan meningkat setiap tahun. Pada 2017, penumpang 755.701 orang. Jumlah tersebut meningkat 12 persen dari 2016 yang 674.021 orang.

Selain Argo Muria, KA lain yang melayani penumpang relasi Semarang-Jakarta, antara lain KA Sindoro, KA Menoreh, dan KA Tawangjaya. Peningkatan cukup signifikan ada pada KA Tawangjaya.

Sebelumnya, KA Argo Parahyangan relasi Jakarta-Bandung menerapkan 8 kali perjalanan setiap hari (4 kali Jakarta-Bandung dan 4 kali Bandung-Jakarta).

Kereta prioritas lain, Jakarta-Yogyakarta (KA Taksaka), Jakarta-Solo (KA Argo Lawu dan Argo Dwipangga), dan JakartaSurabaya (Sembrani) masih diberlakukan pada akhir pekan.(DIT)

Sumber: Kompas, 26 Agustus 2018

more recommended stories